Harga sebuah baju

Sunday, April 13, 2008

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang , turun dari kereta api di Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung , udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka , dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak.
Sang sekretaris mulai frustrasi , dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya , rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard , dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard.
Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu , dia meninggal karena kecelakaan.
Kami ingin mendirikan peringatan untuknya , di suatu tempat di kampus ini. bolehkah ?" tanyanya , dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh , wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar,
"Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."
"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat,
"Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan , "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas , mengapa tidak kita buat sendiri saja ?"
Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka , sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University , salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Kadang kita , seperti pimpinan Harvard itu , acap silau dengan apa yang dipakai oleh seseorang dan lalai. Padahal, apa yang dipakai itu hanya bungkusnya , apa yang ada didalamnya atau yang tersembunyi , kadang sangat tak ternilai.

Read more...

Ayam atau Bebek

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu adalah bebek , B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bebek , kamu ? kamu ?"
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam ?"
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya , dan akhirnya , ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek ?
Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka , yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek ?
Ketika kita memahami cerita tersebut , kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.
Lagi pula , betapa sering kita merasa yakin , amat sangat mantap , mutlak bahwa kita benar , namun belakangan ternyata kita salah ?
Lho , siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek !
Kadang dalam pelayanan , kita juga berbuat hal yang sama , rasa ingin menonjol yang tinggi , merasa paling benar sendiri , sehingga rasanya Tuhan makin jauh saja , padahal yang kita perlukan adalah seberapa dekat kita dengan Nya , seberapa mudah kita menjamah tangan Nya , bukan mempersoalkan bagaimana caranya.

Read more...

Ada kasih dimatamu

Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.
Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. la membiarkan kuda yang pertama lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju. Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang, dan berkata, "Pak, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki."
Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, "Tentu. Naiklah." Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda. Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer. Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda mendorongnya untuk bertanya, "Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang kuda lain lewat tanpa berusaha meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin begini bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana ?" Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggang kuda, dan menjawab, "Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang." Si orang tua melanjutkan, "Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat ke matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terlihat jelas. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya".
Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam. "Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak", ia berkata pada si orang tua. "Mudah-mudahan saya tidak akan sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain dengan kasih dan kebaikan hati saya."
Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.

Read more...

8 Kado Terindah

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan,
perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif.
Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul r elaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.
Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang".
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal
yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan
kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.
Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf)adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa
tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang
jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Read more...

Membeli Waktu Ayah

Seorang bapak kembali pulang telat dari tempatnya bekerja,merasa letih.
Mendadak sudut matanya melihat anaknya yang berumur 5 tahun berdiri di depan
pintu kamarnya. Takut-takut menatap sang ayah.
"Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu?", tanya anak, mengerjap-ngerjapkan
matanya yang bulat bening.
"Ya, Tentu saja. Apakah yang akan kau tanyakan ?" jawab bapaknya.
"Ayah, berapa uang yang Ayah dapatkan dalam satu jam?"
"Itu bukan urusanmu! Apa yang membuatmu bertanya seperti itu ?" bapaknya
berkata dengan nada tinggi. Agak marah dia rupanya.
"Aku hanya ingin tahu. Berapakah yang ayah terima?" pinta sang anak.
"Jika kamu benar2 ingin tahu, ayah terima $ 20.00 per jam".
"Oh, begitu," angguk sang anak. Sambil mendongak, dia berkata, pelan.
"Ayah, bolehkah aku pinjam $10.00?" sang anak meminta dengan memelas.
"Jika alasan kamu ingin tahu jumlah uang yang ayah terima hanya untuk dapat
pinjam dan membeli mainan yang tak berguna atau sesuatu yang tidak masuk akal, maka kamu sekarang masuk kamar dan tidur. Apakah kamu tidak berpikir bahwa kamu egois? Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari, dan tidak punya waktu untuk mainan anak2," sentak Sang Ayah.

Sang anak mengkerut. Dia tak berkata sepatah katapun. Hanya menunduk dan perla han berbalik. Sang anak menurut masuk kamar dan menutup pintu. Tapi diam-diam dia menahan agar air matanya tak mengalir jatuh.

Sang ayah duduk dan semakin marah karena pertanyaan anaknya. Beraninya dia
menanyakan pertanyaan hanya untuk mendapatkan uang. Namun setelah lebih dari satu jam, sang ayah sudah tenang dan mulai berpikir bahwa dia telah berlaku keras
terhadap anaknya. Mungkin anaknya membutuhkan sesuatu yang dia ingin beli
dengan uang $10.00 tersebut, dan dia juga jarang meminta uang. Sang ayah pergi ke kamar anaknya dan pintunya dibuka.
"Sudah tidur, anakku?" dia bertanya.
"Tidak ayah, saya masih terjaga," jawab anaknya, ragu-ragu.
"Ayah berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadap kamu barusan", kata sang ayah. "Hari ini hari yang berat dan ayah melampiaskannya kepada kamu. Ini $ 10.00 yang kamu pinta," ucap Sang Ayah, berusaha tersenyum.
Sang anak bangun dan menyalakan lampu. "Oh, terima kasih ayah!" sang anak berte riak kegirangan. Kemudian, dia mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan ternyata isinya uang. Sang ayah melihat anaknya sudah mempunyai uang, kembali emosinya naik. Hendak marah. Sang anak menghitung dengan perlahan uangnya, kemudian menatap ayahnya.
"Kenapa kamu meminta lagi uang jika kamu sudah punya?" gerutu ayahnya
"Karena belum cukup, tapi sekarang aku sudah punya cukup uang", balas sang anak. "Ayah, saya punya $ 20.00 sekarang. Bolehkah aku beli satu jam dari waktumu?"

Read more...

10 Syarat jadi orang baek

1. Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai
sifat yang paling disukai oleh
semua orang. Ketulusan membuat orang lain
merasa aman dan dihargai karena
yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.

Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran,
tidak suka mengada-ada,
pura-pura, mencari-cari alasan atau
memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya
diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan
lebih ideal bila ketulusan
yang selembut merpati itu diimbangi dengan
kecerdikan seekor ular. Dengan
begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang
bisa
merugikan diri sendiri.

2. Rendah Hati

Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan,
kerendahhatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat
jiwanya yang bisa bersikap
rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi
semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai
keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan
membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.

3. Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat
tinggi harganya. Orang yg
setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia
selalu menepati janji, punya
komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak
suka berkhianat.

4. Bersikap Positif

Orang yang bersikap positif selalu berusaha
melihat segala sesuatu dari
kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk
sekalipun. Dia lebih suka
membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara
mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada
frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam,
dsb.

5. Keceriaan

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen
ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi
sikap
hati. Orang yang ceria
adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak
suka mengeluh dan selalu
berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa
mentertawakan situasi, orang lain,
juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk
menghibur dan mendorong
semangat orang lain.

6. Bertanggung Jawab

Orang yang bertanggung jawab akan
melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan,
dia berani mengakuinya. Ketika
mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari
kambing hitam untuk disalahkan.

Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati,
dia tidak akan menyalahkan
siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah
yang bertanggung jawab atas
apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang
menerima dirinya sebagaimana
adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang
lain. Orang yang percaya
diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
dan situasi yang baru. Dia
tahu apa yang harus dilakukannya dan
melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan
seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan
dirinya
dikuasai oleh rasa benci
dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa
sukar dia tetap tegar, tidak
membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan
keputusasaan.

9. Easy Going

Orang yang easy going menganggap hidup ini
ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan
berusaha mengecilkan masalah-masalah
besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan
tidak mau khawatir dengan
masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress
dengan masalah-masalah yang
berada di luar kontrolnya.

10. Empaty

Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan.
Orang yg berempati bukan saja
pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan
diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan
keluar
terbaik bagi kedua
belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat
dan kehendaknya sendiri. Dia
selalu berusaha memahami dan mengerti orang
lain.

Read more...

KAU MELIHAT DUNIA HANYA SEBATAS PANDANGANMU

Tuesday, March 4, 2008

Ingatkah engkau ketika dahulu engkau mulai belajar berjalan? Ketika engkaumulai melangkahkan kakimu setapak demi setapak? Ingatkah> engkau, ketika engkau pertama kali memandang segala sesuatu dari kakimuyang mungil? Segala sesuatunya terasa begitu jauh dan tak> terjangkau oleh tangan-tangan mungilmu. Kaki kursi maupun kaki bangkuseakan-akan tongkat untuk menahanmu tetap berdiri.>> Di bawah meja makan merupakan tempat favoritmu, meja makan cukup untukmenudungi kepalamu. Kau menegadah ke atas dan melihat> lampu-lampu indah, kau takjub dan kagum melihatnya, lalu kau mengulurkantanganmu untuk menjangkaunya. Tapi kau tak sanggup. Segala> sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kakimungilmu yang berusaha untuk mengapainya.>> Lalu kau mendengar sebuah suara memanggilmu. Kau mencari berkelilingdengan tertatih-tatih, tapi kau tidak menemukannya. Suara itu> memanggilmu lagi. Kau semakin penasaran dan menjejakkan kakimu ke lantaicepat-cepat untuk mencari sumber suara itu. Tangan dan kaki> kecilmu berusaha menjaga keseimbanganmu ketika kau berlari untuk menemukansiapa yang memanggilmu.>> Suara yang begitu lembut, suara yang kau tahu berasal dari orang yangmengasihimu. Suara yang sama terdengar memanggilmu lagi, kau> memandang sekelilingmu sekali lagi, tapi kau tetap tidak menemukan suaraitu. Yang aku lihat disekitarmu hanyalah mainan> mobil-mobilanmu yang berserakkan, 4 buah kaki kursi, sebuah balon,beberapa buah buku, krayon dan nah akhirnya, tampat favoritmu> meja makan.>> Kau berlari dan dan melonggok ke bawah meja makan, kalo-kalo sumber suaraitu berasal dari sana. Dan kau mendengar suara itu sekali> lagi, disertai dengan tawa yang lembut.>> "Kemana kau mencari anakku? Lihat aku ada diatasmu.">> Kau pun mendongakkan kepalamu dan melihat sumber suara itu. Ibumu berdiridi hadapanmu dan tersenyum melihatmu. Kau pun tersenyum> dan berpikir "Hei, lihat aku dapat menemukanmu.">> Lalu kau mengulurkan tangan mungilmu, mencoba mengapainya. Mencobamenciumnya, mencoba memegang tangannya. Namun, aduhhh!!! tanganmu> tidak dapat mencapainya.>> Tiba-tiba Ibumu terasa begitu jauh darimu. Ia berdiri menjulang tinggi dantak dapat kau raih. Kau mulai kecewa dan menangis. Kau> menginginkan ibumu!!! Kau ingin menciumnya, memgang pipinya, kau inginmenarik rambutnya. Kau menginginkan ibumu, tapi kau tidak> dapat mencapainya ... Ibumu terasa begitu jauh.>> Dan tiba-tiba kau merasa tubuhmu terangkat. Ada sepasang tangan yangmemegang pinggang kecilmu. Kau melihat ibumu tersenyum dan> berkata, "Nah, aku menemukanmu!" Kau mengapai dengan tanganmu, dan HEIlihat, sorakmu kau bisa memegang pipinya. Ia tertawa ketika> tangan-tanganmu memegang pipinya. Bahkan ketika salah satu tanganmumenarik rambutnya ... Ia tertawa dan ia menarik kau mendekat> kepadanya dan mencium pipimu. Kau tertawa kesenangan. Akhirnya kau bisameraih ibumu. Oh tidak, akhirnya ibumu bisa meraihmu dan> mendekapmu.>> Berapa sering kita merasa bahwa Tuhan jauh dan tidak terjangkau bagitangan-tangan kita? Atau mungkin kita ingin sekali> menjangkaunya tapi ... upsss, tanganmu kurang panjang. Kaki-kakimu kurangtinggi untuk dapat menjangkaunya.>> Pernahkah ketika kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita, kita berpikir danmembayangkan diri kita seperti anak kecil dengan> pandangan yang serba terbatas sehingga kita tidak bisa melihat bahwasesungguhnya kita ada dibawah kaki-Nya!!! Kita ada kurang dari> 10 cm dari hadapan-Nya. Pandangan kita sangat terbatas. Tidak sepertipandangan-Nya!!! Pada pandangan-Nya kita begitu dekat,> sehingga tangan-tangan-Nya bisa menjangkau dan menarik kita mendekatpada-Nya.>> Bagi-Nya kita begitu dekat, sehingga bunyi nafas kita pun terdengaroleh-Nya. Ketika Ia menundukkan kepala-Nya, ada kita di dekat> kaki-Nya. Ia tersenyum dan tertawa ketika melihatmu mencari-cari-Nya,padahal kau ada di dekat kaki-Nya. Dan akhirnya, ia mengangkat> pingangmu, membawamu naik untuk dapat menciummu. Untuk membiarkanmumemegang pipi-Nya, untuk membiarkanmu menarik rambut-Nya. Ia ada> dekat sekali denganmu. Yang kau perlukan hanyalah menjulurkan tanganmukeatas, menengadahkan kepalamu, dan Ia akan mengangkatmu ke> atas. Ia akan membungkuk dan mengulurkan tangan-Nya.>> Jika kau merasa begitu jauh dari-Nya, INGAT KAU ADA DIDEKAT KAKINYA!!!>> GBU...

Read more...

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP